Seorang pekerja wanita di China baru-baru ini menjadi sorotan publik !
Nyesek abis...
Dream - Seorang pekerja wanita di China baru-baru ini menjadi sorotan publik.
Wanita yang bekerja sebagai pegawai di sebuah bar di Changsha, Provinsi Hunan China itu dipecat atasan karena perkara membalas pesan.
Wanita yang bekerja sebagai pegawai di sebuah bar di Changsha, Provinsi Hunan China itu dipecat atasan karena perkara membalas pesan.
Seperti diberitakan worldofbuzz.com, insiden pemecatan itu bermula saat manajer bar mengirim pesan lewat grup WeChat yang ditandai untuk si pegawai.
Sang manager memintanya mengirimkan beberapa dokumen rapat. Namun, dia rupanya tidak menyukai balasan dari pegawai.
Pasalnya sang pegawai membalas pesan bosnya hanya dengan menggunakan emoji “ OK”.
2 dari 6 halaman
Manager Tersinggung
Media online lokal mengatakan, sang manager merasa tersinggung dengan balasan yang diterima.
" Kamu harus menggunakan teks untuk membalas pesan jika kamu sudah menerimanya. Apakah kamu tidak tahu aturannya?" jawab manajer itu. " Apakah ini tanda Kamu sudah menerima?"
Beberapa menit kemudian dia mengatakan kepada pegawai itu untuk menghubungi bagian HRD dan mengajukan pengunduran dirinya.
" Ini adalah kasus nyata, pengunduran diri masih diproses," ucap pegawai itu.
" Saya telah bekerja selama bertahun-tahun dan ini adalah pertemuan pertamaku dengan situasi semacam ini. Saya tidak mudah marah karena itu saya tidak membalas."
Pegawai itu mengatakan kolega-koleganya setuju, perilaku manajer itu sudah keterlaluan.
Setelah insiden itu, sang manajer telah mengirimkan pengumuman resmi kepada grup WeChat yang meminta semua orang menggunakan " Roger" ketika membalas pesan.
3 dari 6 halaman
Alasan Pemecatan Sewenang-wenang
Wang Li-ping, seorang profesor Sekolah Bisnis Renmin yang berspesialisasi dalam manajemen dan sumber daya manusia, mengatakan pemecatan karyawan tersebut dilakukan sewenang-wenang.
" Tapi inilah yang mungkin terjadi di perusahaan kecil dan menengah, karena mereka mungkin tidak memiliki peraturan atau sistem yang komprehensif terkait dengan situasi seperti ini," kata Wang.
Ini bukan pertama kalinya karyawan China dituduh oleh manajernya memiliki disiplin yang buruk dalam berkirim pesan teks.
Awal bulan ini, seorang karyawan dimarahi karena dinilai kurang memiliki sopan santun dasar WeChat, karena membalas " Um" yang dalam bahasa Cina, yang berarti " dicatat" .


Komentar
Posting Komentar